1 pekan yang lalu..beberapa wilayah dijakarta berubah jadi danau…
macet dimana2… huh.. dari bekasi ke kantor (mampang) menempuh perjalanan 3 jam lebih, setiap harinya semenjak banjir menimpa jakarta…
belum lagi pulangnya yang juga musti menghabiskan waktu berjam2 untuk sampai di rumah lagi…
Mungkin ada sebagian teman2 kita mengalami nasib sedih karena dampak banjir ini juga…
sering denger gak sih di berita klo “iklim banjir ini adalah siklus banjir 5 tahunan” terus maksudnya apa??
apakah siklus ini akan dibiarkan ajah??.. ato akan dijadikan tambahan devisa untuk dijadikan sebagai tujuan wisata..setiap 5 tahunan dengan title Jakarta akan menyelenggarakan pesta banjir besar2an…
semua pihak angkat tangan dengan saling menyalahkan pihak2 terkait… pemerintah menyalahkan rakyat yang jorok.. rakyat menyalahkan pemerintah yang gak peduli….
coba deh kita lihat lagi sistematis kerja sang Gubernurnya sendiri…
kerja beliau itu sungguh tidak punya konsep yang jelas.. bisa dilihat dr pembangunan monorel yang mendadak berhenti begitu ajah.. dan malah di lanjutkan dengan busway.. padahal untuk pembangunan setengah pondasinya monorel itu.. dana yang dikeluarkan mencapai milyaran…
belum lagi dalam pembangunan busway pemerintah banyak memangkas lahan terbuka hijau.. dan dampaknya apa?? yah bisa kita lihat sekarang ini… BANJIIIIIIRRRR
Kalau aku boleh berkomentar.. kejadian saat ini tidak sepenuhnya kesalahan rakyat.. tapi malahan sebagian besar adalah kesalahan pemerintah… rencana pembangunan Banjir kanal timur yang katanya untuk mengantisipasi banjir di daerah jakarta timur.. ternyata??? malah di korupsi juga dananya…
huh cuma mau buat saluran air ajah masih di korupsi juga????
belum lagi tanggapan si Gubernur saat memangkas lahan terbuka hijau untuk keperluan busway..
huh sungguh menyebalkan… dia menjanjikan akan segera di perbaharui lahan yang dirusak dengan membuka lahan di tempat baru.. tapi mana??? NOL BESAR
dan juga alibinya mengenai buka tutup pintu air manggarai..
dia bilang akan konfirmasi dengan Presiden mengenai rencana itu… padahal
Presiden menekankan klo yang berhak membuka dan menutup pintu air itu bukan gubernur apalagi presiden.. tapi SI PENJAGA PINTU AIR…. dan jangan karena ingin menyelamatkan 1 wilayah malah mengorbankan banyak wilayah…
yah beginilah riwayat jakartaku…
dan si gubernur itu mau mencalonkan jadi Presiden loh…
ada yang berminat memilih beliau????